DND#3

Hai Crew!

Sebagai seorang nomad baru imigrasi adalah tempat baru yang mungkin akan aku sering kunjungi. Pengurusan visa terkadang memang menyebalkan. Contohnya bagi aku pemegang paspor Indonesia. Memang sudah banyak juga negara yang membebaskan visa turis atau saat kedatangan bagi orang Indonesia. Namun beberapa negara masih memerlukan kita mengurus langsung ke bandara. Ini kasusku pada visaku ke Australia yang masih dalam proses sejak Juli kemarin. Itulah alasan aku dan Josh berada di Thailand sekarang.

Pemegang paspor Indonesia ketika sampai di bandara mendapat izin turis bebas berada di Thailand yaitu 30 hari. Kita bisa juga meminta visa untuk tinggal selama 60 hari sesampainya disini. Namun untuk perpanjang visa tersebut, kita perlu pergi ke imigrasi. Kita perlu menyeberang dari Koh Lanta ke Krabi untuk ke kantor imigrasi.

Perjalanan dari Koh Lanta ke kantor imigrasi Krabi sekitar 2 jam termasuk menyeberang dengan kapal. Aku dan Josh pergi ke imigrasi bersama dua orang Australia lainnya. Sewa mobil umumnya 1.000 bath sampai 1.500 bath. Tapi berkat kenalan Josh yang banyak di pulau ini, kita dapat harga hanya 500 bath. Kisaran bensin yang diperlukan biasanya 500 bath untuk pergi-pulang. Tiket penyeberangan Hua Hin – Khaung Mak dan sebaliknya untuk mobil + supir yaitu 100 bath dan untuk turis perorangnya 20 bath.

Sepanjang jalan sekitar kantor imigrasi aku melihat banyak wind power. Wind power merupakan penghasil energi dari angin, tidak heran karena ini pesisir pantai yang memungkinkan untuk mendapatkan penghasil listrik alternatif. Sesampainya di kantor imigrasi aku juga melihat tulisan green energy. Aku kagum bahwa selain melihat banyak solar power yang digunakan, ternyata mereka juga menggunakan alternatif lainnya.

Saat low season biasanya di kantor imigrasi Krabi tidak begitu antri dan menunggu lama. Standar operasional buka jam 9 pagi dan saat kita sampai sekitar pukul setengah 10 pagi, tidak ada antrian sama sekali. Petugasnya pun ramah dan bisa berbahasa Inggris. Saat kita perpanjang visa, kita hanya perlu membawa paspor. Kalau kamu mau langsung sekalian memfoto-copy paspor dan lembar visamu, bisa juga. Biaya perpanjang visa sebesarĀ  2000 bath. Visa kami selesai kurang dari 20 menit untuk 4 orang.

Setelah itu kita mengunjungi salah satu mall di Krabi, mereka bahkan punya KFC! Entah, biasanya aku tidak benar-benar suka junk food tapi karena sudah lama tidak memakannya, keinginan itu muncul! Kemudian kita pergi ke pusat perbelanjaan untuk mencari barang-barang yang biasanya lebih mahal atau sulit didapatkan di pulau.

Harga barang kebutuhan disini tidak berbeda jauh dengan di Indonesia, mungkin agak mahal untuk brand Indonesia contohnya Indomie. Kesulitanku hanyalah terkadang i dont have any idea apa tulisannya. Beberapa barang memang memiliki tulisan yang bukan aksara, at least aku tau beberapa bahasa Thailand untuk makanan. Beberapa produk juga tersedia dalam bahasa Inggris. Namun yang aku sukai di Thailand, tiap produk umumnya memiliki tabel kalori.

Sesampainya kembali di pulau jam baru menunjukan pukul 1 siang. Setiap hari Selasa malam Ko-Hub memiliki jadwal untuk makan malam bersama. Hari itu kita pergi ke Krua Dan Tai. Menu andalan yang harus kamu coba jika mengaku pecinta pedas yaitu Jungle Red Curry. Rasanya aku benar-benar tidak bisa menikmati makanan tersebut. Aku hanya bisa merasakan pedas. Titik. Aku dan Josh bahkan tidak sanggup untuk menghabiskannya. Tapiii perut kita masih lapar sehingga mango sticky rice warna-warni menjadi pilihan dessert kita.

Usai sudah perjalanan perpanjang visa hari itu. Aku memberi nilai 6/10 untuk Jungle Red Curry dan 7/10 untuk mango sticky rice pada Krua Dan Tai. Untuk harga termasuk $$. Teman-teman bilang bahwa menu seafood yang mereka pesan sangatlah enak. Mungkin bagi kalian pemakan seafood dapat mencobanya.